Tutup Sampul 2019, Tuntas
"
Sudah di ujung sampul, ya. Buku 2019 sudah harus ditutup. Aku baru sadar, cukup lama kita tidak berbincang. Sepertinya kau cukup sibuk tahun ini. Mengejar sesuatu mungkin. Atau, banyak memperbaiki beberapa hal. Entahlah, kau memang selalu terlihat sedikit ambisius.
Tahu nggak? 2019-mu itu mengagumkan lho. Ya, setidaknya menurutku seperti itu. Tapi ada satu hal sederhana yang sedikit mengganggu. Kamu acap kali terlalu fokus ke banyak hal di luar, terlalu fokus ke orang lain. Dalam beberapa kesempatan kau selalu kagum pada orang lain, kagum pada pencapaian beberapa temanmu. Kau terlihat seperti temanmu itu begitu hebat seakan-akan kau tidak ada apa-apanya dibanding dia.
Padahal kalau saja kau sejenak melupakan orang lain, lalu fokus pada diri sendiri. Lihat betapa mengagumkannya diri sendiri. Mungkin kamu tidak bisa lebih baik dari orang itu, tapi kamu lebih baik dari yang kamu bayangkan sebelumnya.
Kalau dilihat lagi ke belakang, beberapa kali kau masih sering mengeluhkan diri sendiri. Dibanding mengapresiasi diri atas apa yang telah dicapai, kau lebih sering melihat bahwa beberapa ekspektasi tinggimu belum bisa digapai. Aku pikir tidak ada salahnya kau lebih bisa mengapresiasi dirimu atas setiap pencapaian, lalu bersyukur atas apa yang ada di tangan.
Ah, sudah semakin larut. Kembang api mulai banyak dibunyikan di luar. Sudah cukup sepertinya, terakhir aku mau minta maaf dan berterima kasih. Aku mohon maaf karena selama setahun ke belakang begitu membebani pundakmu, menggantungkan beberapa harapan tinggi padamu. Memaksamu bekerja keras setahun ke belakang, dalam banyak hal, mengajak berpikir keras, beberapa kali membuat jam tidur tidak teratur bahkan kurang. Maaf! Dan. Aku mau berterima kasih atas apapun yang telah kau capai hingga malam ini. Aku tahu beberapa harapan memang tidak bisa dicapai, tapi lihatlah, sebagian lagi harapan bahkan lebih dari yang aku harapkan, melebihi kata cukup, aku sempat tidak menyangka. Terima kasih sudah berjalan sejauh ini, bertahan sekuat ini, sudah sampai di titik ini, tanpa mengeluh yang berlebihan. Terima kasih.
Sepakat, ya; dua ribu dua puluh, berpengalaman lebih jauh, dan lebih jarang mengeluh.
"
Seraya
merapikan rambut, aku beranjak dari depan cermin, mengakhiri percakapanku
dengan cermin itu, percakapan dengan diri sendiri. Duduk di atas dipan teras rumah, menikmati pergantian tahun dengan sisa-sisa syukur.
21.17, 31 Desember 2019, Toko Kopi Sjahtra.
- Sugih Bhakti Ar.
Komentar
Posting Komentar