Tanpa Menunggu Mendung
“ Almost one year . Hampir tiap minggu ya kita ke sini terus.” seraya Nugi membuka jaket denimnya. Pacaran tahun kedua, perasannya masih sama, pesanan minumnya juga hampir selalu sama, terutama Yoanna. Gadis tidak begitu semampai itu sudah duduk lebih dulu, kursi dekat jendela yang kalau sore selalu dipelototi matahari dari barat. “Iya juga ya, kalau gak ngerumpi di rumah atau jalan ke luar kota, kita paling di sini-sini lagi.” “Ya kamu juga sih. Tiap ditanya mau main ke mana pasti ngajaknya ke sini. Sjahtra aja lah, enak minumnya (Nugi menirukan gaya bicara Yoanna yang cempreng) .” Nugi meledek Yo tapi Yo acuh, sudah kebiasaan Nugi. “Aku pesen dulu ya. Kamu minum apa?” Yoanna: “Aku Halmahera aja.” Nugi: “ Aku Halmahera aja (kembali menirukan sekaligus ngomong bareng, meledek Yo yang pesanannya tidak pernah berubah). ” “Ih Nugi. Tau ah ngeledek mulu!” ketus Yo sambil sedikit menghentak meja dan melotot. Nugi tidak menjawab, hanya berlalu dan memesan. “Mas, pese...