Tidak Untuk (hanya) Dibaca, Kekasih.


Saat menulis ini, aku merasa seperti sedang berbincang denganmu. Obrolan yang selalu hangat, lebih hangat dari gosip-gosip terbaru acara televisi. Di beberapa kesempatan, “Kamu ngomong dong, masa aku terus yang ngoceh.” katamu. Padahal kita tahu saat itu kita sedang saling melengkapi, kau menjadi si pembicara yang seru, aku si pendengar yang baik. Atau kadang, aku jadi si humoris, kamu si gemar tertawa akan guyon-guyon sepele.

Sejak denganmu aku belajar banyak hal. Bayangkan saja saat aku pertama kali main ke rumahmu dan bertemu ibu bapakmu, seluruh tubuhku jadi Siaga-1. Dengan satu komando isi kepala sejak berangkat dari rumah, “Jangan lakukan hal bodoh! Tinggalkan kesan baik!”. Ah, namanya juga fisrt impressien ibu bapak, ‘kan?

Ada lagi. ‘Genre’ makanan kesukaanmu adalah pedas, asal pedas. Aku sendiri mana suka yang pedas-pedas. Tapi beberapa kali aku ikut makan pedas, ternyata tidak begitu buruk untuk belajar makan pedas. Ya setidaknya ada alasan aku minta kau mengusap wajaku pakai tisu; keringat.

Aku bersyukur dulu kita pernah sempat terhenti dan sama-sama menjauh. Aku tidak begitu tahu tapi nampaknya kau belajar banyak di luar sana.

Ah, aku kelamaan melamun. Baiklah. Aku mau sampaikan beberapa terima kasih buatmu.

Terima kasih sudah mau memaafkan masa lalu, bahkan masa lalumu sendiri. Terima kasih selalu mengajarkan “aku minta maaf” di setiap adu argumen, tidak peduli siapa yang lebih dulu. Terima kasih selalu marah kalau telat sembahyang. Terima kasih selalu mengajarkan menjadi manusia, bukan melulu menjadi kaya. Terima kasih selalu bertanya “Niatnya dulu mau ngapain?” di setiap ambil keputusan.

Terima kasih selalu saling menyampaikan perasaan setiap hari, bahwa menyampaikan perasaan itu lebih tepat dibanding berdebat. Hanya kalimat berupa tulisan “i love you”, tapi punya gelombang non-elektromagnetik yang selalu membikin bibir melengkung. You made my day!

Satu lagi, terima kasih sudah sepakat memberiku waktu, sedikit lagi. Salam untuk bapak ibu. Nanti saat waktunya rumahmu bakal kedatangan banyak tamu. I love you.

Oleh: Sugih Bhakti Ar.

Komentar

Postingan Populer