Beberapa Persoalan
/1/
Semesta pernah berbicara padaku,
menjadi terang di antara paling terang bukanlah apa-apa. Seperti menjelma
jarum pada tumpukan jerami.
Tak kentara!
/2/
Malam hari manusia bumi sedang sendiri. Lama-lama atap pada langit yang ia
selami menutup lebar wajahnya, dan lalu berair. Sedang awan hitam
membantunya tenggelam.
/3/
Ada yang dikhawatirkan dari sekedar menjadi redup. Ialah hilang dari
berpasang-pasang mata rindu. Saat hadirku yang jauh dari tinggalmu,
bukankah mati sedang mengejarku?
/4/
Hari-hari berikutnya menghadiahiku kelam. Jarak begitu murka jika aku
sedikit saja bergeser ke arahmu. Memang benar, ada yang begitu
menginginkanmu sedang ia tidak, dan ada yang begitu kau ingini sedang ia
tidak. Hidup selalu mengejutkan.
/5/
Tapi masih saja di langitmu ada aku. Sekali lagi jadi bintang yang dijauhi
terang. Namun yang aku percayai, "bintang bintang gelap selalu bermula dari
sesuatu yang besar seperti matahari, namun mereka bisa berkembang hingga
sejuta kali massa matahari dan menjelma semilyar kali lebih terang, lagi".
/6/
Sementara tanpa partikel gelap adalah tidak ada. Ia takkan terbentuk tanpa
aku. Memang benar aku takkan bisa serupa Sirius agar menjadi paling
terang. Tapi pada suatu keinginan, selalu ada semoga yang perlu diaminkan.
/7/
Sekarang aku masih gelap pada banjir di matamu. Boleh saja lenganku kau
putus hingga tak bisa lagi menggapaimu. Tapi tolong biarkan aku untuk jadi
teduh pada malammu. Dan menjadi yang paling berdoa, agar setidaknya lelap
ditidurmu bersama aku.
Semesta pernah berbicara padaku,
menjadi terang di antara paling terang bukanlah apa-apa. Seperti menjelma
jarum pada tumpukan jerami.
Tak kentara!
/2/
Malam hari manusia bumi sedang sendiri. Lama-lama atap pada langit yang ia
selami menutup lebar wajahnya, dan lalu berair. Sedang awan hitam
membantunya tenggelam.
/3/
Ada yang dikhawatirkan dari sekedar menjadi redup. Ialah hilang dari
berpasang-pasang mata rindu. Saat hadirku yang jauh dari tinggalmu,
bukankah mati sedang mengejarku?
/4/
Hari-hari berikutnya menghadiahiku kelam. Jarak begitu murka jika aku
sedikit saja bergeser ke arahmu. Memang benar, ada yang begitu
menginginkanmu sedang ia tidak, dan ada yang begitu kau ingini sedang ia
tidak. Hidup selalu mengejutkan.
/5/
Tapi masih saja di langitmu ada aku. Sekali lagi jadi bintang yang dijauhi
terang. Namun yang aku percayai, "bintang bintang gelap selalu bermula dari
sesuatu yang besar seperti matahari, namun mereka bisa berkembang hingga
sejuta kali massa matahari dan menjelma semilyar kali lebih terang, lagi".
/6/
Sementara tanpa partikel gelap adalah tidak ada. Ia takkan terbentuk tanpa
aku. Memang benar aku takkan bisa serupa Sirius agar menjadi paling
terang. Tapi pada suatu keinginan, selalu ada semoga yang perlu diaminkan.
/7/
Sekarang aku masih gelap pada banjir di matamu. Boleh saja lenganku kau
putus hingga tak bisa lagi menggapaimu. Tapi tolong biarkan aku untuk jadi
teduh pada malammu. Dan menjadi yang paling berdoa, agar setidaknya lelap
ditidurmu bersama aku.
by : Denarisa Eka
Komentar
Posting Komentar