Mencintai Sial
Siapa ingin sial? Setiap sial tidak pernah tidak menyebalkan.
Seluruh sial belum pernah diharapkan.
Sejenak waktu duduk di atas dipan, kukoreksi beberapa yang tadi.
Ternyata.
Ada beberapa kesialan yang tidak pernah kusesalkan.
Papasan denganmu, melihat ke arahmu, mengenalmu.
Adakah yang lebih sial dari ini?
Semoga tidak sampai hati menanam biji-biji harapan.
Yang dengan egois akan menagih untuk menuai buah penantian.
Begitu sialnya sampai diri tak ingin jadi beruntung.
Sekalipun menjadi rumit adalah garansinya.
#
Seandainya daun tahu ada yang lebih menyejukkan dari embun di semua pagi.
Andai saja morfin sadar ada yang lebih menenangkan darinya.
Kau dibenci banyak hal.
Sejak mengenalmu aku benci langit barat sore hari.
Sunset sedikit lebih lama sedang cantikmu tidak pernah tenggelam.
Aku benci langit barat sore hari, membagi langitnya dengan bulan.
Hati tergeletak lumpuh setiap kali kaulempar senyum, dada ikut sesak.
Mataku terpenjara hingga tuli, oh lucunya, kau sedang tertawa ringan.
Seketika hidungku buta diperkosa wangi khasmu, tanpa ingin melawan.
Kau menyapa, memaksa telingaku menjadi bisu pada banyak hal.
#
Mengagumimu terlalu bercanda kalau tidak setiap hari.
Bila mengharap tepuk balasan, mencintaimu terlalu egois.
Aku tersadarkan bahwa aku bukan satu-satunya lelaki yang bersajak.
Bukan satu-satunya yang membuang waktu untuk sekedar berkata hati.
Bahkan rongga tengkorak sadar mencintaimu bukanlah tentang menang kalah.
Mencintaimu lebih rumit dari sekedar bersaing.
Mencintai mawar haruslah membiarkannya tanpa memetik.
Menyayangi cendrawasih sejatinya membiarkan tetap terbang bebas.
Aku sadar aku bukanlah masinis hatimu. Bukan juga penentu hasil.
Tapi tentang hasil, sudah kupaksa iblis untuk menyampaikannya.
Menggores ubin hati, mengkudeta rasa tenang, membuang waktu hidup.
Mencintaimu tetap menjadi pilihan tololku.
Biarlah ini menjadi dosaku sendiri, bahkan menjadi hobi berdosa, setiap pagi.
Kau terus saja tersenyum, tertawa, wangi, dan memperkosa setia pengagum.
Begitu menyenangkan menjadi paling sial, menjadi paling tolol.
Aku mencintaimu dengan beberapa karena.
Aku mencintaimu dengan sial, melewatkan banyak hal.
Oleh: Sugih Bhakti Ar.
Komentar
Posting Komentar