Mengutuk Jarak
Aku suka
dingin pagi buta, denganmu di sisi.
Aku suka
hangat sore menjingga, denganmu di samping.
Aku suka fana
mimpi tidur, denganmu di dalamnya.
Aku suka
semua hal yang meyertakanmu.
Sejalan
sesisi denganmu.
Sampai di
sebuah pagi aku masih cinta kau.
Ah, sial.
Tuan takdir
menyamar menjadi waktu di ujung cerita.
Lalu dengan
sadar kita akhirnya berjalan di beda sisi.
Berjarak.
Berjalan
sendiri melangkah ke masing-masing arah.
Tak butuh lama
untukku baik-baik saja tanpa hadirmu.
Tapi sangat
lama bila harus kau kulupakan.
Sebuah lama
yang tak punya ujung.
Maafkan aku
yang terus cinta kau, nona.
Bahkan dari
lain sisi.
Meski tak
kentara, wajahmu menyesakkan dada.
Memeluk
lewat doa, menyapa lewat tidur.
Hingga di pagi
yang lain kita bertemu kembali.
Sejalan sesisi.
Aku akan
tetap sama, mencinta tanpa karena.
Searah,
meski berjarak.
Oleh: Sugih Bhakti Ar.
Komentar
Posting Komentar