Semut Goblok

Semut jantan masih memandangi bunga di atas tangkai sedikit tinggi. Beberapa saat dia kecewa kepada Tuhan. “Kenapa aku terlahir sebagai semut kecil yang menyedihkan? Apa salahnya kalau aku dilahirkan sebagai lebah?” gumamnya.

Sesaat sebelumnya ia menyaksikan pemandangan yang tak sedap. Seekor lebah jantan menyentuh bunga itu dan menghisap sesuatu. Dia cemburu.

***

Di satu siang terik ia melihat bunga tidak lagi pada tangkainya, tap tergeletak di tanah. Kiranya ada yang memetik. “Tak apalah bungaku mati. Setidaknya si lebah bajingan tak bisa lagi menyentuhnya.” ia menggerutu sendiri. Seraya tersenyum.

Si semut begitu tolol. Dia tidak begitu mencintai bunga, dia hanya tidak suka kalah oleh lebah. Cintanya hanyalah ego yang menyamar.


Oleh: Sugih Bhakti Ar. - semut 

Komentar

Postingan Populer