Kopi|Repot|Tissue


Merepotkan sekali minum kopi di atas kasur. Dikit dikit tumpah dan harus siaga tissue, tapi aku senang melakukannya, dan akan terus melakukannya. Aku belajar menjaga gerak, agar permukaan kasur tetap rata dan tidak menciptakan guncangan yang membuat gelas yang kutaruh diatasnya terbalik. Sungguh menyulitkan dan butuh fokus penuh. Dulu saat masih awam, saat masih canggung memegang cangkir, saat belum sedekat ini dengan aroma kopi, satu kotak tissue ukuran sedang habis terpakai untuk sekedar mengelap kopi yang terciprat di dahi, nempel di hidung, dan leber di pipi, merepotkan! Kini aku sudah jago minum kopi, bahkan di atas kasur.

Kamu tahu, apa yang begitu aku takutkan sejak pertama berani menjamah kopi? ; akan ada banyak tissue yang aku habiskan! Oh My God! Kalau dalam sehari aku meneguk 3 gelas kopi, maka sudah 3 kotak tissue berukuran sedang kupakai. Dalam seminggu ada 7 hari, maka 7x3 samadengan…belum dalam sebulan…setahun… Ah pusing. Akan ada berapa pohon lagi yang harus ditebang? Perbuatanku yang konsumtif tak serta merta diikuti oleh gerakan menanam pohon atau apa! Aku jahat! Akan ada berapa pohon lagi yang hilang? yang harusnya ia menjadi serapan air dan menjaga tanah dari ancaman longsor ketika hujan semakin deras. Bajingan! Aku bajingan.

Namun memang, tidak semua ketakutan benar benar terjadi. Kadang ia hanya akan mengganggumu sebentar lalu pergi bersama angin yang bertiup ke arah lain. Aku hanya sempat menghabiskan satu kota tissue ukuran sedang, lalu nyatanya aku cepat sekali belajar. Aku sudah semakin pintar sejak tegukan kedua, ketiga, keempat….

Aku baik baik saja.

                                                                                                                                            Denarisa Eka

Komentar

Postingan Populer