jodoh, kopi, dan sisanya lupa kuteguk.

Sejak aku dan temanku sering lewat jalan jodoh. Dengan langkah yang selalu terburu-buru. Seperti sedang dikejar sesuatu. Aku mulai sepakat tentang satu hal.

Bahwa, mencari jodoh itu tidak bisa sambil buru-buru. Tidak bisa sambil jalan cepat. Meski tengok kanan kiri nyatanya masih sempat.

Perihal cari jodoh, mirip-mirip dengan minum kopi. Kalau tidak santai, itu salah. Karna kalau buru-buru, kamu akan kehilangan candunya.

Maka, mula-mula kamu harus taruh kopi dalam cangkirnya. Lalu kamu tuang air mendidih kedalamnya. Jika suka, aduk sesukamu. Jika mau, aduk 23 kali, atau terserahmu. Asal ganjil, kata orang tua harus begitu. Setelahnya, itu bagaimana inginmu. Misal, duduk di sofa, menghadap jendela, menonton hujan, atau mengajak teman. Asal ingat satu hal, jangan buru-buru.

Percaya saja, kalau sudah candu, sekaligus meneguk secangkir kopi akan sulit buatmu. Pun berlaku jika kopinya sudah mendingin. Kamu akan lebih sering meneguknya, namun seteguk. Selanjutnya akan kamu taruh kembali cangkirnya. Lalu diantaranya kamu selipkan, obrolan asyik tentang banyak hal. Soal LDR-an yang memusingkan, mantan yang dirindukan, atau jodoh yang belum kamu temukan. Biasanya hal-hal tadi akan secara naluriah kamu ungkapkan tanpa harus berpikir dulu. Jika sudah sampai di titik ini, selamat, kamu telah pandai perihal menyelam dalam secangkir kopi.

Juga temanku pernah bilang, bahwa kopi bukan hanya soal teguk airnya sisakan ampasnya. Maka akhirnya, yang aku sepakati bukan tentang satu hal. Tapi dua hal. Pertama tentang cari jodoh yang tidak bisa sambil buru-buru. Juga sepakatku yang kedua, perihal minum kopi yang juga tidak bisa sambil buru-buru.

Saat tulisan ini aku buat. Secangkir Nescafe 3in1, yang kuseduh 2 jam lalu. Telah mendingin, dan lupa kuteguk. Kalau kamu belum tahu, kuberi tahu beginilah caranya menikmati hidup.


Komentar

Postingan Populer