Kereta Api

Ah sepertinya aku harus berterimakasih terlebih dulu kepada seseorang. Sebut saja namanya mawar, maaf bukan, hanya bergurau, hehe. Oke serius, terimakasih teruntuk bapak Richard Trevithick, yang telah sejak lama, lama sekali sebelum aku dilahirkan dan dibesarkan, telah menemukan mesin uap bertekanan tinggi pertama di dunia. Hmm, pertama. Tentu Bapak keren luar biasa. Aku gak begitu paham soal sejarahnya, kalau kalian penasaran bisa langsung check aja di “ok google” atau “ok ok” yang lainnya. Pokoknya gitu, singkatnya ini lagi cerita soal kereta api, ya.

Bentuknya terinspirasi dari tubuh ular. Yang bulat dan memanjang, katanya. Kalau dilihat-lihat bentuk kereta api memang mirip dengan seekor ular karena gerbongnya saling terhubung antara satu dengan yang lainnya sehingga terlihat memanjang seperti ular raksasa. Tapi persisnya aku gak tau, entah mirip ular sanca, ulah cobra, atau ular sawah. Tapi setelah kupikir-pikir lagi, dari kesemua ular yang tadi kusebutkan, gak ada ular yang bentuknya bener-bener raksasa. Tapi gausah berdebat, biarkan itu jadi urusan para ular dan nenek moyangnya.

Buat yang belum pernah naik kereta. Aku kasih tau nih. Pertama, naik kereta itu asyik banget. Gak kaya naik mobil, yang bisa kejebak macet. Gak kaya naik motor, yang kapan-kapan bisa kena ujan. Gak juga kaya jalan kaki, yang kadang kalo lagi apes bisa aja tiba-tiba tikosewad ; tipaduk ; tikarijut (terjatuh). Kedua, naik kereta itu asyik banget. Karena apa? Jengjengjeng… pas melintas di pintu kereta api, coba liat keluar jendela! Semua orang berhenti, gila kan. Semuanya loh, mau mobil Bupati, mobil pertamina, mobil mang sayur, semua berhenti. Mau motor ninja, motor kharisma, motor x-ride eh apaa namanya da bukan x-men, asli berhenti. Seperti sedang mempersilahkan si aku untuk melintas dihadapannya wkwk. Ketiga, naik kereta itu asyik banget. Di dalam gerbong, kamu bisa ketemu sama banyak orang. Kalau beruntung, bisa tiba-tiba ketemu jodoh. Kalau : catet! Buat seseorang yang suka banget merhatiin lingkungan sekitarnya, itu bakalan jadi cerita yang gaakan habis dalam sekali tegukan kopi.

Soal kereta api, sebenarnya masih banyak yang pengen aku bahas. Tapi berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 02.48 WIB, dan aku belum punya seseorang untuk disalahkan, jikalau besok paginya aku tidur dikelas, jadi segitu dulu.


Oh ya, terakhir. Ini soal bunyi klakson kereta, yang selalu aku suka. Suaranya seperti sebuah sinyal yang sedang berkata dengan lugas : cepat turun, ada rindu dari seseorang di luar stasiun yang sudah menunggumu sejak tadi dengan hati-hati.

                                                                                                                         by : Denarisaer

Komentar

Postingan Populer